Pages

Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2012

Wawancara JRX dengan Akarumput.com

Wawancara: @JRX_SID

oleh Alfred Pasifico — Oct 4, 2011

Ari Astina atau Jerinx (JRX) bicara tentang kegelisahannya pada kondisi lingkungan Bali, kritiknya pada ritual adat yang kehilangan esensi pemeliharaan ekologi, dan kenangan masa kecilnya di Kuta yang dulu masih indah.


Pada 20 Agustus 2011, akun twitter @JRX_SID yang memiliki sekitar 118.600 follower menulis: “To all Balinese: Apa gunanya rajin sembahyang & percaya konsep Tri Hita Karana jika diam saja melihat Bali pelan-pelan dirusak? Hipokrit?”

Tidak sekali itu drummer Superman Is Dead dan vokalis Devildice ini menulis kritiknya tentang eksploitasi alam di Bali yang kian buruk akhir-akhir ini. Dia juga rajin mengkritik rencana proyek Bali International Park (BIP) di kawasan Bukit, Jimbaran. Proyek di atas lahan telantar seluas 200 hektare ini dimaksudkan sebagai fasilitas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) tahun 2013.
Bupati Badung belum menurunkan izin untuk mega proyek yang harusnya mulai berjalan bulan Oktober ini. Sudah ada surat Keputusan Presiden (Keppres) untuk memuluskan proyek ini dan pemerintah pusat yang diwakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik (yang orang Bali) mendesak proyek ini tetap akan berjalan. Menurut Wacik, Bali masih kekurangan sarana konferensi tingkat internasional. Padahal Nusa Dua sudah punya fasilitas dan berpengalaman sebagai tuan rumah seperti KTT Perubahan Iklim tahun 2007.
JRX juga menulis perkara lingkungan dalam konteks yang lebih kecil. Misalnya tentang program “Recycle Before Dishonor” dari usahanya Rumble Cloth dan Rumble Shop. Toko Rumble di Ubud akan tidak menyediakan kantong plastik untuk mendukung upaya menekan masalah sampah plastik yang pelik di Bali.
Selama satu jam, JRX bicara dengan Alfred Ginting di rumahnya di kawasan Sanur. Petang itu JRX di cukup santai di tengah kesibukannya pengambilan gambar untuk film “Description Without Place” yang disutradarai Richard Oh. Dalam film itu JRX berperan sebagai pemuda Bali, sopir untuk Happy Salma, pengusaha dari Jakarta yang ingin membuka pabrik air mineral di Bali.

“Saya menerima tawaran peran itu karena suka ceritanya, cerita yang aneh. Dan peran saya tidak menuntut saya jauh dari karakter saya yang sebenarnya. Juga ada pesan ekologisnya,” kata JRX. Berikut petikan wawancaranya:

Read more »»  

Kamis, 16 Juni 2011

Gerhana Bulan Total Lebih Spektakuler

tepatnya Kamis (16/6/2011) dini hari, gerhana Bulan total akan terjadi dan dapat disaksikan di Indonesia. Gerhana akan dimulai pada pukul 00.25 WIB dan berakhir pada pukul 05.59 WIB. Berdasarkan publikasi NASA, totalitas atau kondisi saat Bulan tak tampak sama sekali akan berlangsung selama 100 menit, dari pukul 02.22 WIB hingga pukul 04.02 WIB.




Ilustrasi

Gerhana Bulan total kali ini bisa disaksikan di wilayah Eropa, Afrika, Amerika Selatan, Australia, dan Asia, termasuk Indonesia. Wilayah timur Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah, dan barat Australia bisa menyaksikan keseluruhan tahap gerhana. Di Indonesia, wilayah yang keberuntungan yang sama adalah Sumatrra, Jawa, Kalimantan, dan sebagian Nusa Tenggara.

Pengamat di Eropa akan kehilangan tahap awal gerhana sebab saat tahap itu terjadi sebelum Bulan terbit. Sementara pengamat di wilayah timur Asia, timur Australia, dan Selandia baru akan kehilangan tahap akhir gerhana karena pada tahap itu Bulan sudah tenggelam. Wilayah Amerika Utara kurang beruntung sebab tak bisa menyaksikan seluruh gerhana ini.

Durasi totalitas gerhana kali ini akan menjadi salah satu yang terpanjang dalam 100 tahun. Dalam publikasi Space.com, Sabtu (11/6/2011), totalitas gerhana yang bisa menandingi terjadi pada pada 16 Juli 1935 selama 101 menit, 6 Juli 1982, dan 16 Juli 2000 selama 107 menit. Totalitas gerhana yang panjang berikutnya diperkirakan terjadi pada 27 Juli 2018 selama 106 menit. 

Gerhana Bulan terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan terjadi pada satu garis lurus di mana Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Tak seperti gerhana Matahari, gerhana Bulan aman disaksikan dengan mata telanjang tanpa perlu pelindung. Namun, karena terjadi tengah malam, pengamat disarankan istirahat terlebih dahulu.

Berkaitan dengan gerhana Bulan total ini, astronom amatir Ma'rufin Sudibyo dalam halaman Facebook-nya memberitahukan penyelenggaraan acara "Nonton Bareng Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011" mulai pukul 01.23 WIB. Acara tersebut berlangsung di Masjid Asy-Syifa di kompleks RSU Muhammadyah Gombong, Jawa Tengah.

Sebelum pengamatan, Ma'rufin juga akan menyampaikan ulasan bertema "Seluk Beluk Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 serta Simulasi 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1432 H/2011". Sementara shalat gerhana juga akan digelar menjelang waktu subuh. Teleskop dengan kamera dan terhubung layar dan TV internal akan digunakan sehingga pengamat bisa melihat tanpa perlu berebut teleskop.

Observatorium Bosscha juga akan memanfaatkan momentum gerhana Bulan total ini untuk melakukan pengamatan. Namun, sampai saat ini belum ada rencana menggelar nonton bersama menggunakan teleskop seperti pada gerhana Bulan sebelumnya mengingat waktu gerhana yang terjadi pada dini hari nanti sudah pasti sangat dingin di Lembang, Bandung.
Read more »»