Pages

Jumat, 08 Maret 2013

Shonichi (Hari Pertama)


Aku berdiri diatas panggung yang selalu kudambakan
Di tengah eluan, tepuk tangan dan juga semangat
Dengan latihan yang ketat kulampaui dinding diriku
Sambut hari ini tirai kesempatan pun terbuka

Bridge:
Aku pun tidak menari sendiri
Ada hariku ku menangis di jalan pulang
Aku bernyanyi tanpa berpikir
Ada hari ku hilang percaya diri
Selalu sainganku terlihat seolah bersinar

Reff 1:
Impian ada di tengah peluh, bagai bunga yang mekar secara perlahan
Usaha keras itu tak akan mengkhianati
Impian ada di tengah peluh, selalu menunggu agar ia menguncup
Satu hari pasti sampai harapan terkabul

Lampu sorot yang ternyata begitu terang seperti ini
Bagai malam panjang menjadi fajar mentari pagi
Sudah pasti aku tidak mau kalah dari kakak kelasku
Kami ingin buat show diri kami sendiri

Bridge:
Ada hariku menangis sedih
Saat ku kulibur karena ku cedera
Ada hariku sudah menyerah
Imbangi sekolah beserta latihan
Namun ku mendengar encore dari suatu tempat

Reff 2:
Impian setelah air mata, bunga senyuman setelah tangis berhenti
Kuncup yang berusaha keras pun akan mekar
Impian setelah air mata, kupercaya takkan kalah dari angin hujan
Sampai doaku mencapai langit cerah

Penuh semangat mari menari
Penuh semangat mari menyanyi
Jangan lupakan tujuan awal
Yang akan selalu menenangkan…

Back to Reff 1
Read more »»  

Lirik Setlist Pajama Drive JKT48 Theater

Read more »»  

Jumat, 01 Februari 2013

Misteri Pendaratan UFO dan Alien di Halaman Sebuah Sekolah di Zimbabwe

Pada tanggal 14 September 1994, sebuah UFO terlihat membelah langit Afrika. Dua hari kemudian, sesuatu mendarat di halaman sebuah sekolah di Ruwa, Zimbabwe.

Dari dalam benda misterius tersebut, keluar sesosok makhluk aneh yang belum pernah terlihat sebelumnya. Penampakan ini disaksikan oleh 62 pelajar yang saat itu sedang bermain di lapangan sekolah.

Hari itu tanggal 16 September 1994.

Sekitar 20 kilometer dari kota Harare, tepatnya di kota Ruwa, sekumpulan pelajar sekolah yang sedang bermain akan segera mengalami sesuatu yang luar biasa.

Saat itu pukul 10:15 pagi. Para guru di sekolah dasar Ariel sedang mengikuti rapat. Jadi, para murid dibiarkan bermain tanpa pengawasan. Satu-satunya orang dewasa yang ada di sekolah itu adalah seorang ibu yang sedang berjualan di kantin sekolah.


Sekolah Ariel, Ruwa, Zimbabwe
Jadi, sebagian murid pergi ke lapangan dan bermain bola kaki. Sekolah Ariel sendiri memiliki murid dari berbagai etnis dan latar belakang.

Setelah bermain selama beberapa lama, tiba-tiba beberapa diantara mereka menunjuk ke atas dengan ekspresi kaget. Anak-anak lainnya segera menoleh ke langit.

Terlihatlah tiga buah objek bulat aneh berwarna perak terbang melintasi sekolah. Beberapa detik kemudian, diiringi cahaya yang terang benderang, tiga objek itu menghilang untuk kemudian muncul di tempat lain. Proses ini terjadi beberapa kali hingga gerakannya mulai melambat.

Lalu, salah satu diantaranya mulai menurunkan ketinggian dan mendarat di bagian tanah yang penuh dengan pohon dan semak sekitar 100 meter dari lapangan tempat anak-anak bermain.

Saat itu ada 62 pelajar berusia antara 6 -12 tahun yang menyaksikan pemandangan ini secara langsung.

Tidak lama kemudian, sesosok pria kecil dengan tinggi sekitar 1 meter, muncul di bagian atas objek tersebut. Lalu, ia turun dan berjalan dengan cara yang aneh.

Menurut kesaksian yang diceritakan oleh anak-anak itu, pria kecil itu memakai pakaian berwarna hitam ketat yang terlihat bersinar. Wajahnya pucat dan rambutnya berwarna hitam panjang hingga sebahu (Kesaksian lain menyebutkan kalau makhluk ini tidak berambut). Pria kecil itu juga memiliki leher yang agak panjang dengan mata yang besar dan bulat.

Menyaksikan pemandangan yang luar biasa itu, anak-anak yang lebih kecil segera menangis ketakutan. Mereka mengira iblis telah datang untuk memakan mereka. Di kebudayaan Zimbabwe memang ada legenda mengenai Tokoloshis, iblis yang suka memakan anak kecil.

Salah seorang anak kemudian berlari ke kantin sekolah sambil berteriak minta tolong. Namun, ibu penjaga menolak untuk meninggalkan kantinnya karena kuatir barang jualannya akan dicuri oleh anak-anak lainnya.

Ketika menyaksikan sekumpulan pelajar yang terbengong-bengong itu, pria kecil itu sepertinya mulai ragu-ragu, lalu berjalan menjauh dan menghilang. Kemudian, sesosok pria kecil lainnya, entahkah pria yang sama atau yang berbeda, muncul di bagian belakang objek tersebut.

Beberapa saat kemudian, pria kecil itu tidak terlihat lagi dan objek itu segera terbang dan menghilang di langit. Peristiwa penampakan ini berlangsung sekitar 15 menit dan membuat anak-anak sekolah itu mengalami shock.

Berita mengenai adanya pendaratan UFO dan makhluk alien di dekat sekolah Ariel segera membuat para peneliti UFO berdatangan ke lokasi tersebut. Mereka mewawancarai anak-anak tersebut dan meminta mereka untuk mengingat kembali peristiwa misterius tersebut.

"Awalnya, aku mengira kalau ia adalah tukang kebun," Kata salah seorang anak kelas empat. "Lalu aku menyadari kalau makhluk itu adalah alien."

Anak itu juga mengatakan kalau makhluk itu memiliki mata yang sangat besar, seukuran bola rugby. Mengenai cara berjalannya, ia mengatakan kalau makhluk itu "Memantul seperti sedang berada di bulan, walaupun tidak sama persis."

Walaupun diliputi ketakutan, beberapa anak terlihat sangat tertarik dengan sosok misterius tersebut.

Read more »»  

Sabtu, 04 Februari 2012

Wawancara JRX dengan Akarumput.com

Wawancara: @JRX_SID

oleh Alfred Pasifico — Oct 4, 2011

Ari Astina atau Jerinx (JRX) bicara tentang kegelisahannya pada kondisi lingkungan Bali, kritiknya pada ritual adat yang kehilangan esensi pemeliharaan ekologi, dan kenangan masa kecilnya di Kuta yang dulu masih indah.


Pada 20 Agustus 2011, akun twitter @JRX_SID yang memiliki sekitar 118.600 follower menulis: “To all Balinese: Apa gunanya rajin sembahyang & percaya konsep Tri Hita Karana jika diam saja melihat Bali pelan-pelan dirusak? Hipokrit?”

Tidak sekali itu drummer Superman Is Dead dan vokalis Devildice ini menulis kritiknya tentang eksploitasi alam di Bali yang kian buruk akhir-akhir ini. Dia juga rajin mengkritik rencana proyek Bali International Park (BIP) di kawasan Bukit, Jimbaran. Proyek di atas lahan telantar seluas 200 hektare ini dimaksudkan sebagai fasilitas Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) tahun 2013.
Bupati Badung belum menurunkan izin untuk mega proyek yang harusnya mulai berjalan bulan Oktober ini. Sudah ada surat Keputusan Presiden (Keppres) untuk memuluskan proyek ini dan pemerintah pusat yang diwakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik (yang orang Bali) mendesak proyek ini tetap akan berjalan. Menurut Wacik, Bali masih kekurangan sarana konferensi tingkat internasional. Padahal Nusa Dua sudah punya fasilitas dan berpengalaman sebagai tuan rumah seperti KTT Perubahan Iklim tahun 2007.
JRX juga menulis perkara lingkungan dalam konteks yang lebih kecil. Misalnya tentang program “Recycle Before Dishonor” dari usahanya Rumble Cloth dan Rumble Shop. Toko Rumble di Ubud akan tidak menyediakan kantong plastik untuk mendukung upaya menekan masalah sampah plastik yang pelik di Bali.
Selama satu jam, JRX bicara dengan Alfred Ginting di rumahnya di kawasan Sanur. Petang itu JRX di cukup santai di tengah kesibukannya pengambilan gambar untuk film “Description Without Place” yang disutradarai Richard Oh. Dalam film itu JRX berperan sebagai pemuda Bali, sopir untuk Happy Salma, pengusaha dari Jakarta yang ingin membuka pabrik air mineral di Bali.

“Saya menerima tawaran peran itu karena suka ceritanya, cerita yang aneh. Dan peran saya tidak menuntut saya jauh dari karakter saya yang sebenarnya. Juga ada pesan ekologisnya,” kata JRX. Berikut petikan wawancaranya:

Read more »»  

Menyembuhkan Rabun Jauh Dan Rabun Dekat Dengan Senam Mata Untuk Melenturkan Otot Mata Kaku

Orang kota bisa dibilang memiliki resiko lebih tinggi memiliki cacat mata dibanding orang yang ada di desa. Faktanya adalah bahwa kebanyakan orang di kota menghabiskan banyak waktu bekerja atau berada di tempat yang jarak pandang yang tidak jauh. Contoh aktifitasnya adalah seperti bekerja di depan komputer, membaca buku, bekerja di dalam ruangan tertutup yang sempit, dsb.

Read more »»